2 Tersangka Belum Ditahan, Kejari Jakbar Ungkap Bakal Tambah 1 Tersangka Lagi 

Kamis, 22 Juli 2021 21:08 WIB

Share
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Dwi Agus Afrianto. (Pandi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat mengungkapkan, akan ada tersangka baru dalam dugaan kasus penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) tahun ajaran 2018 di SMKN 53 sebanyak 7,8 miliar.

"Hasil gelar perkara kemarin bersama auditor BPK ada kemungkinan ada tersangka baru dari pihak swasta," ujar Kepala Kajari Jakarta Barat, Dwi Agus Afrianto di Gedung Kajari Jakarta Barat, Kamis (22/7/2021).

Dwi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menunggu hasil audit terakhir dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dwi memastikan, pihaknya akan semaksimal mungkin dalam mengungkap kasus korupsi ini. Sebab pihaknya memerlukan waktu untuk proses penyidikan.

Dalam kasus ini, mantan Kepala Sekolah SMKN 53 Jakarta Barat inisial W dan mantan staf Sudin Pendidikan 1 Jakarta Barat inisial MF ditetapkan sebagai tersangka. Namun hingga kini, keduanya belum dilakukan penahanan.

"Kami masih butuhkan pernyataan dari pihak auditor, kami ingin ada suara yang nyatakan bahwa telah terjadi kerugian negara dan harus dibuktikan dari auditor BPK," kilahnya.

Diungkapkan Dwi, total dana BOP dan dana BOS yang disalahgunakan mencapai Rp7,8 miliar.

Dana BOP dan dana BOS yang disalahgunakannya itu seharusnya diperuntukan untuk keperluan operasional SMK Negeri 53 Jakarta Barat tahun anggaran 2018.

Adapun, rincian dana operasional yang disalahgunakan ialah dana BOS sebesar Rp 1,3 miliar dan dana BOP sebesar Rp 6,5 miliar lebih. (Pandi)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler