Polisi Periksa 2 Petugas Rumah Duka Abadi Terkait Tuduhan Kartel Kremasi Korban Covid-19

Rabu, 21 Juli 2021 18:46 WIB

Share
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono. (Foto:Pandi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak dua orang petugas Rumah Duka Abadi diperiksa oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat. Keduanya dipanggil terkait isu dugaan kartel kremasi yang viral melalui pesan berantai Whatsapp.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki isu yang viral di media sosial tersebut.

"Hari ini kami panggil. Sampai saat ini pemeriksaan klarifikasi masih berjalan" ujar Joko dikonfirmasi Rabu (21/7/2021).

Joko mengatakan, kedua pegawai Rumah Duka Abadi tersebut diperiksa polisi sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun, lanjut Joko, sampai saat ini pihak yang memviralkan informasi dugaan kartel kremasi belum juga melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Jakarta Barat.

Pria yang mengaku warga Jakarta Barat bernama Martin itu hingga saat ini masih belum diketahui keberadaannya.

Sebelumnya, sebuah informasi berantai viral di pesan whatsapp. Informasi tersebut menjelaskan bahwa pria bernama Martin menjadi korban kartel kremasi.

Martin mengaku mengeluarkan uang senilai Rp 80 juta untuk mengkremasi kerabatnya yang terpapar Covid-19.

Dia merinci untuk biaya peti jenazah Rp 25 juta, transpor Rp 7,5 juta, kremasi Rp 45 juta, lain-lainnya Rp 2,5 juta. Maka keluarganya harus membayar Rp 80 juta untuk kremasi. 

Rincian itu diketahui dari foto kwitansi yang disebarkan di whatsapp. Dalam foto terlihat kwitansi diberikan Rumah Duka Abadi yang terletak di Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler