Tinggalkan Kumamoto, Tim Bulutangkis Indonesia dalam Kondisi Prima 

Selasa, 20 Juli 2021 23:22 WIB

Share
Tim bulutangkis Indonesia. (Sumber Foto: PBSI)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Usai menjalani pemusatan latihan selama 10 hari di Prefektur Kumamoto, Senin (19/7/2021), tim bulutangkis Indonesia bertolak ke Tokyo untuk menatap ajang Olimpiade. Tujuh wakil di lima sektor yang dipertandingkan, siap bertarung.

Mereka adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).

Mereka akan didampingi lima pelatih selama berada di Tokyo atau lebih tepatnya di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo 2020. 

Pembatasan kuota akreditasi karena pengaruh pandemi virus Covid-19 membuat tim bulutangkis Indonesia tidak mengirimkan tim pendukung selama Olimpiade digelar. Tim pendukung nantinya akan disokong NOC (National Olympic Committee) Indonesia.

"Jadi, dari 25 orang yang ikut ke Kumamoto, hanya lima pelatih dan sebelas atlet yang bisa stay di Perkampungan Atlet," kata Eddy Prayitno, Manajer Tim, dalam rilis PBSI.

"Sementara yang lain akan pulang ke Jakarta dalam dua kloter. Kloter pertama hari Senin (19/7) ini yang terdiri dari dokter, fisioterapis, masseur, dan atlet sparring atas nama Shesar (Hiren Rhustavito) dan Zachariah (Josiahno Sumanti). Kloter kedua pulang tanggal 24 Juli yaitu Pak Iwan (Hermawan) dan atlet sparring Fajar (Alfian)/Rian (Ardianto). Untuk saya sendiri masih menunggu arahan dari NOC," lanjut Eddy.

Iwan dan Fajar/Rian akan menempati hotel di luar Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo dan akan membantu latihan tim dalam persiapan terakhir sebelum pertandingan cabang bulutangkis dimulai pada 24 Juli mendatang.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Rionny Mainaky, mengatakan bahwa ia puas dengan kinerja timnya selama pemusatan latihan di Kumamoto. Ini menjadi bekal yang baik untuk tampil maksimal di pesta olahraga paling akbar.

"Ya selama 10 hari ini mereka bisa latihan dengan semangat, latihan dengan cukup baik, dan tidak ada yang cidera. Dan yang paling penting mereka sehat semua. Terima kasih kepada semua pihak di Kumamoto yang memberikan pelayanan terbaik, sehingga kesempatan ini bisa dimanfaatkan anak-anak untuk latihan dengan lebih sungguh-sungguh," ungkap Rionny.

"Semoga hasil latihan di Kumamoto ini bisa menjadi bekal bagi tim Indonesia untuk memberikan yang terbaik," sambung Rionny.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler