Satpol PP Sawah Besar Angkut Jenazah Terpapar Covid-19 Pakai Kendaraan Dinas Operasional

Selasa, 20 Juli 2021 21:29 WIB

Share
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah seorang warga Kelurahan Kartini yang terpapar Covid-19, Senin (19/7/2021). (Foto:Fahmi Ramadhan)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kendaraan dinas operasional (KDO) dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah seorang warga bernama Tjan Sioelan (69), warga RT 02 RW 05 No 7, Kelurahan Kartini yang terpapar Covid-19, Senin (19/7/2021) kemarin. 

Kasatpol PP Kecamatan Sawah Besar, Darwis Silitonga mengatakan, pihaknya bersama tim pemulasaran Kelurahan Kartini mengevakuasi jenazah Tjan Sioelan dari kediamannya untuk dimakamkan ke TPU Rorotan Jakarta Pusat.

"Berdasarkan hasil tes antigen oleh tim Puskesmas Sawah Besar, jenazah Tjan Sioelan dinayatakan positif sehingga dilakukan pemulasaran sesuai protokol Covid-19," ujar Darwis, (20/7/201). 

Ia menjelaskan, pihak keluarga Tjan Sioelan menyetujui jenazah dibawa menggunakan KDO Satpol PP Kecamatan Sawah Besar menuju TPU Rorotan. 

"Kendaraan dinas Satpol PP difungsikan disebabkan mobil jenazah Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat juga sedang sibuk mengangkut jenazah Covid lain. Jadi, pihak keluarga juga setuju lebih cepat dibawa untuk pemakaman," jelasnya.

Secara terpisah Lurah Kartini, Ati Mediana memaparkan, hasil tes antigen setelah Tjan Sioelan setelah meninggal dunia diketahui terpapar Covid-19. 

"Korban memang sudah lama mengalami sakit, namun saat meninggal dunia tidak dalam status isolasi mandiri. Ketua RT melaporkan ada warga meninggal dunia yang ditindaklanjuti dengan tes antigen dengan hasil reaktif sehingga pemulasaran menerapakan protokol kesehatan.

 Tim pemulasaran kelurahan dibantu Satpol PP dikerahkan untuk mengevaluasi jenazah dari kediaman menuju TPU Rorotan," paparnya. 

Pihaknya mencatat kasus Covid-19 di Kelurahan Kartini sebanyak 97 warga menjalani isolasi mandiri, 20 warga dirujuk, 33 orang meninggal dunia dengan total kasus aktif 117 kasus. 

"Kami akan melakukan swab tes terhadap salah satu warga yang tinggal satu rumah dengan Tjan Sioelan sebelum meninggal dunia guna memastikan tidak atau terpapar Covid-19," pungkasnya. 
(Fahmi Ramadhan)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler