Pandemi Covid-19 Berkepanjangan Bikin Banyak Orang Tua Frustrasi, Lalu Membuang Bayinya 

Minggu, 18 Juli 2021 22:44 WIB

Share
Bayi yang dibuang orangtuanya di kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan sedang mendapatkan perawatan medis.(Novriadji Wibowo)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Munculnya kasus pembuangan bayi yang terjadi di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dinilai karena selama pandemi Covid-19 ini semakin banyak orang yang frustasi. 

Masyarakat harus kehilangan pekerjaan dan tak mampu lagi mengurus anak di tengah hidup yang semakin sulit.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menilai, kasus bayi yang dibuang karena berbagai faktor. Ia juga tak menampik bahwa sebelum pandemi terjadi pun, kasus serupa banyak ditemukan dan sulit terungkap. 

"Dan di tengah pandemi ini mengubah perilaku orang," katanya, Minggu (18/7/2021).

Selama ini, kata Arist, berbagai kasus kerap terjadi dan menimpa anak-anak Indonesia. Bukan hanya pembuangan bayi, tapi pembunuhan anak terjadi karena hal sepele, anak kurang tunduk kepada kekuasaan orangtua. 

"Kebanyakan yang terjadi itu karena tidak mampu untuk mengikuti proses belajar secara daring. Kondisi itu juga mengakibatkan tumpukan atau akumulasi dari kefrustasian secara psikologis, akhirnya anak yang menjadi korban," ungkapnya.

Dan yang terjadi kali ini, sambung Arist, kasus anak yang dibuang karena mereka tidak siap untuk mengasuh. Selain itu juga ada motif bayi dibuang untuk menghilangkan jejak, karena jadi korban seks bebas. 

"Namun karena pandemi Covid-19 ini menjadi penyebab utama, karena itulah polisi harus bisa mengungkap kasus ini," imbuhnya.

Agar tak kembali terulang, lanjut Arist, peran keluarga menjadi yang sangat penting untuk mencegah kasus ini kembali terjadi. Keluarga harus lebih bersahabat dan fokus memantau ini agar kasus tak terulang. 

"Dengan terus mengawasi anak-anaknya, pastinya tak ada lagi kasus bayi dibuang. Karena keluarga juga ikut mengawasi," tukasnya. 
(Ifand)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler