IKPPI Sebut 45 Persen Pasar Ditutup, Omset Pedagang Tradisional Hilang 70 Persen

Jumat, 16 Juli 2021 08:03 WIB

Share
Penjual pisang di Pasar Rangkasbitung. (yusuf)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID-- Dalam masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini, sekira 45 persen pasar tradisional di Indonesia sudah ditutup.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) Abdullah Mansur.

Menurutnya, akibat banyak pasar tradisonal ditutup tersebut, banyak pedagang sudah tidak bisa berdagang.

Selain itu, omset para pedagang menurun sampai 70 persen.

Kondisi tentu sangat memberratkan bagi pada pedagang tradisional.

"Para pedagang tradisonal bukan lagi menjrit, tapi sudah minta ampun dengan adanya PPKM Darurat ini. Kondisi ini tidak boleh begini terus, jika tetap begini, maka ekonomi masyarakat akan semakin parah," katanya saat dihubungi, Kamis (15/7/2021).

Abdullah mengatakan, banyak di daerah-daerah pasar tradisional ditutup.

Banyak pedagang menjerit karena tidak berdagang. 

"Di Solo, dari informasi yang kami peroleh ada 11 pasar yang ditutup. Ini cukup sulit bagi para pedagang. Justru pasar-pasar tersebut mendorong roda perekonomian lokal (daerah, red). Padahal pasar tradisional itu sudah mengikuti protokol kesehatan," katanya.

Selain itu, lanjutnya, pedagang juga sudah mengikuti vaksinasi.

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler