Viral Video Oknum Minta Uang ke Penumpang Bus, Polres Cilegon Kerahkan Tim Saber Pungli 

Kamis, 15 Juli 2021 17:52 WIB

Share
Hasil screenshoot dua pria saat melakukan pungli diatas di Pelabuhan Bakauheuni.(ist)

CILEGON, POSKOTA.CO.ID – Polres Kota Cilegon mengerahkan Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli untuk mengantisipasi adanya praktik pungutan liar di masa PPKM Darurat di sekitar Pelabuhan Merak. 

Tindakan tersebut dilakukan menyusul beredarnya sebuah video viral di media sosial tentang aksi pungutan liar di dalam bus yang akan naik ke kapal. 

Dalam video berjudul "Pelabuhan Bakauheni menuju Merak" menunjukkan adanya aksi pungli yang dilakukan oknum petugas kepada penumpang agar bisa menyeberang ke Pelabuhan Merak.

Dalam video singkat tersebut dijelaskan, agar bisa menyeberang dari Pelabuhan Bakauhuni ke Pelabuhan Merak, penumpang bus yang tidak memiliki hasil rapid test atau swab antigen diminta uang Rp100 ribu oleh dua orang pria.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengaku telah mengerahkan Tim Saber Pungli. Hasilnya, aksi tersebut tidak ditemukan terjadi baik di Terminal Terpadu Merak (TTM) maupun di pelabuhan.

Sigit menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir aksi pungli di wilayah hukum Polres Cilegon. Sanksi tegas juga dipastikan akan diberikan kepada para pelaku.

"Untuk wilayah Cilegon tidak akan kami tolerir. Kalau masih ada yang nekat, kadang kan oknum meski sudah ada instruksi, tapi masih ada. Ingat ini jamannya jaman teknologi, seperti yang terjadi di Bakauheni, pasti akan terungkap," ujar Sigit kepada wartawan, Kamis (15/7/2021).

Menyinggung aksi di dalam video, Sigit menilai aksi tersebut bisa dikategorikan suap. Pasalnya, pihak yang diminta dalam hal ini penumpang, mempunyai kepentingan bisa menyeberang kendati tidak memiliki syarat lengkap. Jika  ditemukan, lanjut Sigit, maka jajarannya akan memberikan sanksi tegas.

"Kalau ini mau lewat tidak punya sertifikat vaksin, jadi antara yang lewat punya kepentingan agar lolos. Yang  punya kuasa memanfaatkan, jadi bisa masuk semuanya," ungkap Sigit.

Saat ini, untuk bisa menyeberang melalui Pelabuhan Merak, masyarakat harus mempunyai hasil swab dan sertifikat vaksin. Aturan lainnya menyebutkan untuk truk logisitik hanya cukup melampirkan hasil tes antigen atau PCR.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler