Dampak PPKM Darurat, Daya Minat Masyarakat Beli Hewan Kurban Merosot 

Rabu, 14 Juli 2021 07:57 WIB

Share
Koordinator Marketing Sapi Bima, Ridwan bersama Muhamad Pance sedang mengecek sapi  kurban di kandang. (Foto: Angga Pahlevi)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Pemberlakuan PPKM Darurat membuat para pedagang hewan qurban menjerit. Pasalnya, omset penjualan hewan kurbannya turun drastis.

Ridwan (38), koordinator marketing penjualan sapi qurban Bima mengatakan, dampak dari pemberlakuan PPKM Darurat oleh pemerintah berimbas dari berkurangnya daya minat masyarakat untuk membeli hewan kurban.

"Mendekati Hari Raya Idul Adha baru laku 150 ekor sapi kurban. Biasanya  sudah dapat bisa menjual 200 ekor sapi. Berkurangnya minat pembeli adalah faktor dari PPKM Darurat dan akibat penyekatan jalan di mana-mana," ujarnya didampingi Muhamad Pance (54),marketing penjualan Sapi Bima, kepada Poskota di kandang Jalan Boulevard Perumahan Grand Depok City (GDC), Kelurahan Tirta Jaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok, Rabu (14/7/2021) pagi.

Sebagai putra daerah asal Bima Nusa Tenggara Barat, Ridwan menaruh sebanyak 250 ekor sapi dari para perkumpulan peternak sapi yang ada di daerah Bima.

"Sapi-sapi kita ini merupakan hidup di alam liar (padang savana-red) dengan pengawasan masing-masing peternak di setiap desa," katanya.

Perbedaan sapi Bima jika dibandingkan sapi Jawa (PO) dan Limosin,  kata Ridwan sapi Bima mempunyai keunggulan mulai dari tekstur daging yang padat dan kemerahan.

"Harga sapi-sapi kita dibandrol paling murah Rp. 15 sd Rp. 35 juta dengan bobot berat mulai dari 250 Kg hingga Rp. 415 Kg," tambahnya.

Selain itu untuk kesehatan hewan kurban, lanjut Ridwan, sudah ada pemeriksaan berkala dari dinas peternakan dan dijamin sehat.

"Dari tahun ketahun para pelanggan dari Jabodetabek selalu memesan. Untuk tahun ini ada pemberlakuan PPKM Darurat, kita juga membuka pemotongan hewan kurban sapi sehingga sudah rapih siap diantarkan ke pembeli. Hal ini setelah ada larangan dari pemerintah tidak boleh ada solat Ied san potong hewan kurban di masjid," tutupnya.

"Sebagai perwakilan para peternak sapi asal Bima, kita  berharap di tengah masa pemberlakuan PPKM Darurat pemerintah Kota Depok  dapat membantu mensosialisasikan membantu menjual dengan membeli sapi."

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler