Warganya Masih Sulit Disiplin dalam PPKM Darurat, Walikota Tangsel Mau Kerahkan Batalyon Kavaleri

Kamis, 8 Juli 2021 17:22 WIB

Share
Petugas gabungan di pos penyekatan Jl Daan Mogot, perbatasan Kota Tangerang-Jakarta. (Foto:M.Iqbal)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID-Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana memberlakukan jam malam. Kebijakan itu sekaligus ultimatum pada warganya yang masih sulit didisiplinkan melalui PPKM Darurat.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengaku, tak ragu memberlakukan jam malam jika itu sebagai cara untuk membuat warga disiplin PPKM Darurat.

"Karena penyekatan orang bilangnya jam malam. Ini harus dengan pengaturan yang lebih spesifik. Tapi kalau itu diperlukan saya tidak akan ragu - ragu menerapkan kebijakan itu," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (8/7/2021).

Benyamin menegaskan, saat ini penyekatan yang dilakukan petugas gabungan di sejumlah titik perbatasan di wilayah kota Tangsel, cukup efektif menekan mobilitas masyarakat. 

Namun, kata dia, masih saja terjadi pelanggaran terhadap penegakkan PPKM Darurat. 

"Dalam penyekatan yang akan kita kembangkan kalau sekarang yang diterapkan perbatasan ke Tangsel, nanti lokusnya kita perkecil. Apakah di kecamatan atau kelurahan. Tapi kalau kelurahan sangat banyak, maka itu yang akan kita kunci pergerakan orang - orangnya," jelasnya. 

Namun begitu, pihaknya masih akan menghitung kekuatan personel gabungan, yang saat ini sudah sangat maksimal bekerja di masa PPKM Darurat. 

"Hanya kita hitung Kapolres, Dandim punya orang berapa. Tentu saya akan minta bantuan Batalyon Kavaleri atau Batalyon Lanhanud di Tangsel. Sambil siapin suplai - suplai sembakonya harus dihitung. Indikatornya seberapa tinggi angka Covid-19 di kecamatan bahkan kelurahan," tandasnya.

(Ridsha Vimanda Nasution/Kontributor

 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler