Setelah Ada Larangan Pemotongan di Masjid, Pengusaha Sapi Banjir Pesanan Sembelih Langsung di Kandang 

Selasa, 6 Juli 2021 08:06 WIB

Share
Wakil Direktur penjualan hewan kurban CV.Puput Bersaudara, H. Didik Priyanto melakukan pengecekan sapi kurban yang sudah dibeli di kandang. (Foto : Angga Pahlevi)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Kandang kurban CV Puput Bersaudara Depok, kebanjiran pesanan hewan kurban pemotongan langsung setelah ada larangan tidak ada perayaan Hari Raya Idul Adha di masjid selama PPKM Darurat.

Wakil Direktur penjualan hewan kurban CV.Puput Bersaudara, H. Didik Priyanto mengatakan, dengan adanya pelarangan berkurban di masjid selama penerapan PPKM Darurat justru menguntungkan banyak pembeli dari pengurus masjid memesan hewan kurban sapi untuk dipotong langsung.

"Keuntungan buat CV Puput Bersaudara karena mempunyai Rumah Pemotongan Hewan (RPH) pertama di Depok. Jadi hewan kurban sapi yang sudah dibeli terima langsung potong dan dikemas rapih sesuai permintaan pembeli," ujarnya didampingi Manajer Operasional CV Puput Bersaudara, Bambang Hermanto kepada Poskota di kandang Kampung Kekupu Jalan Jagal RT 07/04, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok, Selasa (6/7/2021) pagi.

Mendekati Hari Raya Idul Adha (Hari Raya Kurban) yang jatuh pada Selasa (20/7/2021), Didik menyebutkan sebanyak 800 ekor sapi telah terjual.

"Dominan sapi yang paling banyak dipesan pembeli adalah jenis Bali, Bima, Limosin, peranakan Australia dan Sulawesi. Dengan rate harga minimal Rp. 15 juta sampai termahal Rp. 74 juta dengan berat sapi jenis limosin mencapai 1 ton terjual satu ke pengusaha di Jakarta," katanya.

Untuk menghindari kerumunan  dalam pemesanan sapi sesuatu aturan PPKM, Didik menerapkan pemesanan sapi dapat melalui komunikasi Whatsapps, Sosial Media (Sosmed), serta ada juga penjualan langsung dengan menggunakan perwakilan atau panitia inti.

"Pada lebaran tahun ini kita menyediakan stok sapi sebanyak 1.200 ekor. Target penjualan dari sisa sapi yang ada," pungkasnya.

Didik mengungkapkan CV Puput Bersaudara sudah berdiri sejak tahun 1993. Jadi telah mempunyai pembeli tetap. Mulai dari  pengurus masjid besar di Depok maupun DKI Jakarta, perusahaan ekspedisi, lembaga amal, rumah yatim dan dompet dhuafa.

"Ada juga pelanggan tetap kita dari yayasan asal negara Turki perwakilan di DKI dan Jawa Barat yaitu Yayasan Sulaeman Nia sering memesan sapi untuk kurban," tambahnya.

Keunggulan yang ditawarkan  terhadap hewan kurban seperti sapi, Didik  menjamin semua hewan kurban yang dijual sehat dan terawat.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler