Selama Masa PPKM Darurat, MUI Minta Muadzin Mengecilkan Volume Suara Adzan  

Selasa, 6 Juli 2021 14:58 WIB

Share
Ketua Satgas Covid-19 MUI Lebak  Nurul Hamaarif. (Foto:Yusuf Permana)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Lebak yang berlaku sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 telah membatasi berbagai kegiatan di masyarakat, bahkan kegiatan peribadatan. 

Diketahui, selama masa PPKM Darurat itu sesuai dengan isntruksi Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya bahwa seluruh kegiatan peribadatan yang mengundang banyak orang atau jamaah dihilangkan sementara waktu.

Hal itu diaminkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lebak. Ketua Satgas Covid-19 MUI Lebak  Nurul Hamaarif mengatakan, bahwa dalam masa PPKM Darurat seluruh kegiatan peribadatan termasuk sholat berjamaah di masjid dihilangkan.

"Selama masa PPKM Darurat ini sholat berjamaah seperti sholat Jum'at dan kegiatan yang mengundang banyak orang dihilangkan," kata Nurul kepada Pos Kota di Rangkasbitung, Selasa (6/7/2021).

Selain itu, kumandang adzan pun suaranya diperkecil. Hal itu dilakukan untuk tidak membuat persepsi bahwa  adzan dikumandangkan untuk mengundang orang, namun hanya sebagai pemberitahuan waktu sholat.

"Adzan itu kan sebagai penanda waktu sholat. Dan di kondisi seperti ini memang tidak dianjurkan untuk berkumpul," katanya.

 Dirinya sendiri mengaku mendukung pelaksanaan PPKM Darurat itu, termasuk pelaksanaan penyekatan di wilayah perbatasan Kabupaten Lebak.

Menurutnya, hal itu sesuai dengan yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW yang mana jika terdapat pandemi di suatu daerah, maka janganlah ke daerah itu. Dan tetap berada di dalam rumah.

"Dalam kontek agama kita pun (Islam,-red) ada dalil yang menyebutkan untuk menghindari kerusakan, menghindari bahaya lebih diutamakan dibandingkan mengambil kemaslahatan. Terlebih ini menyangkut jiwa, dalam agama kita pun wajib hukumnya untuk melindungi jiwa itu," katanya.

"Jangan sampai karena ego kita yang ingin beribadah, malah orang lain yang kena dampak dan menjadi korban dari pandemi itu. Kita harus melindungi semuanya. Kita MUI nanti akan membuat surat edaran imbauannya kepada setiap DKM," lanjutnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler