Ada Hancurkan Bangunan Mirip Ka`bah di Game Fortnite, Anggota DPR Serukan Pemblokiran

Selasa, 6 Juli 2021 16:27 WIB

Share
Illiza Sa’aduddin Djamal. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID-- Ada bagian dari game fornite yang dinilai menyinggung masyarakat.

Game online itu meminta penggunanya untuk menghancurkan bangunan mirip ka`bah, kiblat umat Islam seluruh dunia. 

Anggota Komisi X  DPR RI, Illiza Sa’aduddin Djamal mendesak game fortnite diblokir agar tidak semakin menyakiti perasaan masyarakat. 

"Kami sangat menyayangkan adanya game mobile popular yang meminta pemain atau penggunanya harus menghancurkan bangunan mirip ka’bah. Game fortnite ini mempunyai pesan terselubung dan melukai perasaan umat Islam, karena ka’bah adalah sebuah bangunan yang paling disucikan dalam agama Islam," kata politisi PPP ini, Selasa (6/7/2021).

Illiza mengatakan, Game fortnite bisa merusak karakter generasi muda, karena tidak menghancurkan bangunan publik itu tidak dibenarkan dan melanggar hukum. 

"Adanya permainan yang mengharuskan pemainnya menghancurkan ka’bah itu terlihat ada unsur kesengajaan, sehingga bukan tidak mungkin game ini dan mengganggu pemahaman beragama umat Islam. Secara tidak langsung game ini merupakan bentuk pembodohan," ungkapnya.

Ia mengatakan, apapun alasan pembuat game yang mengharuskan pemainnya untuk menghancurkan ka’bah itu tidak bisa diterima. 

"Oleh karena itu, kami mendukung langkah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bapak Sandiaga Uno untuk memblokir aplikasi game fortnite tersebut. Pihak terkait lainnya seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika harus mendukung langkah pemblokiran game tersebut," tegasnya.

Langkah pemblokiran game fortnite, lanjutnya,  sudah tepat dan harus didukung penuh, agar anak-anak kita tidak dibodohi oleh game mobile tersebut. Memainkan game online yang tidak teratur atau berlebihan juga tidak baik. 

"Oleh karena itu, para orangtua harus lebih pro-aktif mengawasi anak-anak agar tidak kecanduan game online dan jadi tidak produktif. Misalnya, membatasi waktu anak-anak bermain game online dan meng-edukasi dampak buruk bermain game online yang terlalu lama atau berlebihan," tegasnya. (rizal)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler