MTQ di Kota Tangsel Tetap Digelar, Panitia: Sudah Direncanakan Jauh-jauh Hari Sebelum PPKM Darurat

Minggu, 4 Juli 2021 12:46 WIB

Share
Kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Balai Kota Tangsel, Minggu (4/7/2021). (Foto:Ridsha Vimanda)

TANGSEL, POSKOTA.CO.ID-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggelar kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di kawasan Balai Kota Tangsel. 

Aktivitas keagamaan itu sudah dimulai sejak Sabtu (3/7/2021) kemarin, menyusul telah dibuatnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Penanggung jawab acara Abdul Rojak menjelaskan, kegiatan MTQ merupakan program rutin tahunan yang sudah diagendakan jauh sebelum PPKM Darurat diberlakukan.

"Agenda ini sudah jauh-jauh hari dari sebelum ada PPKM Darurat, kita sudah rapat perencanaan semuanya. Diputuskanlah kegiatan Mtq yang ke-12 mulai tanggal 2-5 Juli," ujarnya di lokasi, Minggu (4/7/2021).

Pantauan Poskota.CO.ID di lokasi, acara MTQ digelar di tujuh titik lingkungan Balai Kota Tangerang Selatan. Di antaranya, di Masjid Al-I'tishom, Plaza Rakyat sampai di ruangan display. 

Abdul menuturkan, ada 300 peserta yang mengikuti kegiatan MTQ. Mereka semuanya berasal dari tujuh Kecamatan di Tangsel. 

"Setiap kecamatan itu 50 an orang. Dari 7 kecamatan yang ada di Tangerang Selatan," paparnya. 

Kendati demikian, Abdul mengaku, acara tersebut tetap mengedepankan protokol kesehatan. Mulai dari jaga jarak hingga tidak mengundang massa dari luar.

Selain itu, mekanisme lombanya hanya satu kali tampil. Peserta tampil langsung dinilai yang tertinggi dan menjadi pemenang.

"Jadi tidak ada babak penyisihan, semifinal, final. Kemudian juga tidak ada pawai ta'aruf. Pembukaan juga dipersingkat. Bisa disaksikan sendiri tidak ada mengundang massa dari luar. Hanya ada peserta dan dewan hakim," ungkapnya. 

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ menggunakan protokol kesehatan yang maksimal. 

Sehingga tidak menjadi klaster baru Covid-19. Sebagaimana yang dikhawatirkan oleh masyarakat atau stakeholder lainnya. 

"MTQ adalah identitas dari Kota Tangerang Selatan sehingga tidak bisa dihilangkan atau tetap harus dilakukan," ujar Pilar.

(Ridsha Vimanda Nasution/Kontributor)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler