Jangan Nakutin Warga & Ngancam Kepala Daerah, Luhut Tidak Kredibel jadi Koordinator PPKM Darurat 

Minggu, 4 Juli 2021 10:12 WIB

Share
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ada empat catatan  yang harus diperhatikan pemerintah pusat terkait penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali pada 3 - 20 Juli 2021. Bila tidak ditangani dengan benar, kebijakan tersebut bakal sia-sia. 

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, pelaksanaan PPKM Darurat yang sudah memasuki hari kedua, masih jauh dari harapan. 

"Ada empat poin yang harus diperhatikan Koordinator PPKM Darurat Jawa - Bali Luhut Binsar Panjaitan. Pertama, mobilitas warga, terutama dipinggir kota, masih tinggi. Kendaraan juga masih banyak berseliweran di jalan raya.Hal itu tentu masih membuka ruang bagi warga untuk berinteraksi. Kalau interaksi antarwarga masih tinggi, maka tujuan meminimalkan penyebaran Covid-19 belum terwujud," katanya, Minggu (4/7/2021).

Untuk itu, lanjutnya, , harus dapat memastikan mobilisasi dan interaksi warga dapat ditekan seminimal mungkin. 

"Kedua, terlalu banyak pesan-pesan menakutkan atau ancaman terkait penanganan Covid-19. Pesan menakutkan dan ancaman ini juga disampaikan Luhut kepada kepala daerah dan penjual obat. Masyarakat juga disuguhi pesan yang menakutkan terkait bahaya varian virus corona," ucapnya.

Sebab, sambungnya, pesan-pesan ancaman dan menakutkan dalam berbagai penelitian dapat menimbulkan bumerang. Pesan menakutkan dan ancaman juga tidak sesuai di negara demokrasi. 

"Di negara paham ini seyogyanya pesan persuasif yang diutamakan, " tambahnya.

Jamiluddin berpesan, dalam penanganan Covid-19 ini seyogyanya pemerintah mengajak masyarakat dengan pesan-pesan persuasif. Dia mencontohkan, salah satunya dengan mengajak masyarakat  berpartisipasi aktif untuk tinggal di rumah dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. 

"Dengan Pesan-pesan rasional dan moral, dapat menyentuh masyarakat untuk secara sukarela mengikuti ajakan pemerintah mengatasi lonjakan kasus Covid-19, "  ungkapnya.

Keiga, Jamiluddin menilai, Luhut Binsar Panjaitan yang ditunjuk sebagai koordinator PPKM Darurat di Jawa - Bali bukanlah sosok yang kredibel di bidang kesehatan. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler