9 Bulan Tak Terima Insentif, Nakes di RSUD Banten Terpaksa Beli APD, Vitamin & Masker Pakai Uang Sendiri

Minggu, 4 Juli 2021 20:40 WIB

Share
Kadinkes Banten mengaku keterlambatan pemberian insentif Nakes ini karena kesalahan manajemen RSUD Banten (foto Luthfillah)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Para Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RSUD Provinsi Banten sudah sembilan bulan terakhir belum menerima insentif yang dijanjikan oleh Pemprov.

Padahal dana dari insentif itu sangat mereka butuhkan untuk menunjang kinerjanya.

Kebutuhan APD seperti masker dan juga vitamin dalam beberapa bulan  juga sudah tidak lagi mendapat suplay dari  RSUD. Mirisnya lagi, mereka harus beli sendiri setiap harinya.

"Kami beli masker  KN 95 pakai uang sendiri.  Kita sudah nggak ada perhatian.  Vitamin dan masker beli pakai uang sendiri," kata seorang Nakes yang enggan mengungkapkan jati dirinya.

Dia menyampaikan, saat ini para tenaga kesehatan sudah mulai kelelahan dan tak sedikit dari mereka yang terpapar Covid-19. 

Dalam sehari, ungkapnya, pasien baru Covid-19 yang masuk ke RSUD Banten mencapai 20 orang.

Bahkan, saking banyaknya pasien,  pihak manajemen mengubah ruang IGD menjadi ruangan perawatan ICU pasien Covid-19.

"Makanya kasih imun kita, insentif kita supaya gak tumbang banget," katanya.

Menanggapi masalah tersebut, kepala Dinas Kesehatan Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, penyebab insentif belum diterima oleh para tenaga kesehatan karena kesalahan dari pihak manajemen RSUD.

Hingga saat ini, lanjutnya, pihak manajemen RSUD Banten belum mengajukan berkas-berkas syarat pencairan insentif tenaga kesehatan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler