107 Rumah Sakit di Banten Menampung Pasien Covid-19

Jumat, 25 Juni 2021 13:12 WIB

Share
Juru bicara Satgas Covid-19 Banten, Ati Pramudji Hastuti. (foto: Luthfi)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Pemprov Banten menyediakan 107 Rumah Sakit (RS) baik milik pemerintah maupun swasta untuk dijadikan sebagai rujukan penanganan pasien Covid-19.

Hal itu sudah dilakukan Pemprov ketika pemerintah pusat memberikan kelonggaran tempat wisata pada saat libur lebaran Idul Fitri kemarin.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramuji Hastuti mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 seperti yang sekarang terjadi ini ketika kebijakan kelonggaran itu diberlakukan.

"Makanya saat itu saya juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh direktur RS baik yang rujukan Covid-19 maupun tidak untuk menyediakan tempat tidur bagi pasien Covid-19 sebanyak 30 persen dari jumlah keseluruhan," ujarnya, kemarin.

Beberapa hari ini, lanjut Ati, dirinya sedang melakukan keliling untuk memastikan setiap RS menyediakan tempat itu dengan baik. "Ini diwajibkan kepada seluruh RS yang ada di Banten," tegasnya.

Namun meskipun demikian, tambah Ati, tidak semua RS bisa dijadikan sebagai rujukan pasien Covid-19. Ada beberapa RS yang memang dikecualikan seperti RS ibu dan anak serta RS THT. 

"Makanya dari total RS yang ada di Banten sebanyak 116, yang untuk Covid-19 ada sekitar 107 RS," katanya.

Ari menambahkan, namun lagi-lagi berapapun jumlah bad yang disediakan, jika persoalan hulunya atau pencegahannya tidak dilakukan itu tidak akan menyelesaikan persoalan.

"Awalnya kami menyediakan 500, dan sekarang sudah sampai 4800 bad yang disediakan. Jumlah itu pasti akan selalu kurang, karena kalau penanganannya tidak dari hulu ini tidak akan selesai-selesai," ungkapnya.

Apalagi, kata Ati, seperti yang kita sudah ketahui bahwa ada varian baru yang sudah masuk ke Banten yakni delta B1.67.2.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler