Mencium Kebocoran Pendapatan Asli Daerah, Wali Kota Cilegon Janji Segera Evaluasi OPD

Selasa, 22 Juni 2021 10:00 WIB

Share
Sejumlah kepala OPD keluar dari aula Setda Kota Cilegon usai rapat bersama Wali kota Cilegon, Senin (21/6). (ist)

CILEGON, POSKOTA.CO.ID-- Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mencium adanya potensi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD).

Oleh karena itu, politisi Partai Berkarya tersebut menekankan segera melakukan evaluasi terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon.

Ikhwal dugaan kebocoran pendapatan pun sebelumnya diungkapkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Rahmatulloh.

Dugaan itu muncul usai ia melakukan kunjungan ke Pasar Kranggot.

Soal potensi kebocoran pendapatan, Helldy mengaku bakal mengevaluasi secara detail seluruh OPD penyumbang pendapatan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan potensi kebocoran pendapatan daerah itu bisa diminalisir.

"Kemungkinan lost pendapatan ada, tapi harus dievaluasi secara detail dulu," ujar Helldy usai rapat dinas bersama jajaran kepala OPD di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon, Senin (21/6/2021).

Helldy menilai evaluai dilakukan salah satunya untuk mengetahui rencana aksi yang akan dilakukan setiap OPD guna mengopotimalkan potensi pendapatan daerah.

Terkait realisasi pendapatan tahun ini, dijelaskan Helldy, berdasarkan laporan, realiasi pendapatan secara keseluruhan mencapai 37 persen dari total target pendapatan.

Terpisah, anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh mencium potensi kebocoran pendapatan pada sektor retribusi pasar di Pasar Kranggot.

Kata Rahmatulloh, berdasarkan keterangan Kepala UPT Pasar Kranggot Aceng Syarifuddin, sumbangsih pendapatan dari Pasar Kranggot dalam setahun terakhir sebesar Rp287 juta. Pendapatan tersebut bersumber dari retribusi para pedagang dengan jumlah pungutan Rp1 ribu per hari untuk setiap pedagang.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler