CFD Cilegon Batal Dibuka Alasan Covid-19 Melonjak, Pedagang Kecewa

Jumat, 18 Juni 2021 20:53 WIB

Share
Pertemuan antara Disperdagin Kota Cilegon dengan perwakilan pedagang membahas tentang CFD di kantor Disperdagin Kota Cilegon. (foto: Haryono)

CILEGON, POSKOTA.CO.ID-- Ratusan pedagang lagi-lagi harus kecewa serta bersabar setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon kembali membatalkan pembukaan ulang Car Free Day (CFD).

Pemkot Cilegon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Cilegon mengumpulkan perwakilan pedagang, Jumat (18/6/2021).

Koordinator Pedagang CFD Himpunan Peguron Pesilatan Banten (HPPB), Alex Asmel menjelaskan, para pedagang sudah mempersiapkan diri. Sudah 6 bulan para pedagang menunggu ketetapan pemerintah untuk membuka kembali CFD Cilegon.

Selama itu, sudah tiga kali rencana pembukaan CFD dibatalkan. Terbaru, rencananya CFD diizinkan kembali digelar mulai 20 Juni mendatang.

"Kami sudah siap-siap buat berdagang, pedagang sudah mempersiapkan dagangannya, sudah belanja juga tapi apa mau dikata juga untuk tgl 20 nanti itu ditunda," ujarnya kepada wartawan usai pertemuan di kantor Disperdagin Kota Cilegon.

Ada sekira 644 pedagang yang mencari nafkah pada kegiatan CFD. Selama pandemi, para pedagang sudah mengikuti apa yang diinginkan oleh pemerintah termasuk penerapan protokol kesehatan (prokes).

Para pedagang sangat berharap CFD bisa segera kembali dibuka, karena, kendati hanya beroperasi selama empat jam namun penghasilan nya dianggap cukup besar.

"Kami tetap menunggu, meminta kapan CFD akan dibuka kembali," ujarnya.

Terkait dibatalkan nya pembukaan CFD, Sekretaris Disperdagin Kota Cilegon, Bayu Panatagama menjelaskan, hal itu karena perkembangan penularan Covid-19 terjadi luar biasa.

"Penyebaran Covid-19 melonjak, meledak pada minggu-minggu ini, waktunya kurang tepat. Sehingga akhirnya temen-temen dari HPPB dan Pawon bisa menerima untuk ditunda," ujar Bayu.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler