90 Ribu Ekor Baby Lobster Senilai Rp23 M Gagal Diselundupkan Berkat Ditpolairud Polda Banten

Sabtu, 12 Juni 2021 23:59 WIB

Share
Ditpolairud saat press conference di markas Ditpolairud Polda Banten. (ist)

CILEGON, POSKOTA.CO.ID-- Upaya penyelundupan baby lobster atau benur kembali digagalkan jajaran Polda Banten.

Pengungkapan kali ini dilalukan personil Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan baby lobster senilai Rp23 miliar, Sabtu (12/6/2021).

Diperoleh keterangan, awalnya personil Ditpolairud Polda Banten mendapatkan informasi akan adanya pengiriman baby lobster dari Banten ke Palembang.

Kemudian, pada Sabtu (12/6/2021) sekitar pukul 03.00 WIB, anggota Ditpolairud Polda Banten menghentikan sebuah kendaraan yang dicurigai mengangkut baby lobster di Pelabuhan Merak. 

Di dalam kendaraan jenis Hyundai dengan nomor polisi B 1454 BB , ditemukan15 boks yang berisi baby lobster. Atas temuan itu, kendaraan dan pengemudi digiring ke Ditpolairud Polda Banten, Kota Cilegon.

"Awalnya ada informasi pengiriman baby lonster dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh anggota Ditpolairud Polda Banten," ungkap Direktur Polairud Polda Banten Kombes Pol Rustam Mansyur didampingi Wadirpolairud AKBP Abdul Majid.

Setelah mendapatkan informasi yang valid, kemudian pihaknya membuntuti kendaraan yang dicurigai mengangkut baby lobster. 

"Kemudian, saat hendak menyeberang di Pelabuhan Merak, kendaraan tersebut kami hentikan dan kami periksa. Kemudian kami giring ke Mako Polairud Polda Banten," katanya kepada wartawan saat press conference di markas Ditpolairud Polda Banten. 

Baby lobster yang diamankan sebanyak 15 boks berisi sekitar 90.000 ekor. Nilai perdagangan barang tersebut sekitar Rp 23 miliar. Pihaknya juga mengamankan satu tersangka berinisial M warga Jakarta, beserta kendaraan yang digunakan untuk mengangkut.

"Saat ini kami masih melakukan penyidikan ke satu tersangka dan melakukan penyelidikan ke pengepul dan semua yang terlibat dalam proses penyelundupan ini. Kami juga mencurigai barang tersebut akan diekspor ke luar negeri dari Palembang, makanya kami masih melakulan pengembangan," terangnya. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler