Pelecehan dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Marak di Pandeglang, Begini Kata Psikolog

Selasa, 8 Juni 2021 19:38 WIB

Share
Ilustrasi kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak (ist)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID-- Psikolog asal Pandeglang Rika Kartikasari menanggapi soal maraknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak di Pandeglang, Provinsi Banten. 

Ia menyebut, kasus tersebut ibarat fenomena gunung es.

Pasalnya, di tahun ini saja, berdasarkan data Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) sudah ada 25 orang yang menjadi korban.

"Sebetulnya dari 2019 itu lebih banyak kasusnya yang saya tangani. Makanya seperti fenomena gunung es yang akhirnya sekarang mulai menumpuk laporannya," kata Rika kepada wartawan di Pandeglang, Selasa (8/6/2021).

Rika mengatakan, kini masyarakat sendiri masih enggan untuk melaporkan apakah dirinya, anak ataupun kebarat dekatnya jika menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual. Hal tersebut karena, rasa malu yang dialami korban jika kasus itu muncul ke ruang publik. 

Belum lagi, kata Rika, kasus ini biasanya dipicu saling berdekatannya lingkungan korban dengan pelaku. Hingga, orang tua kerap mendapat pertimbangan yang mengarah kepada intimidasi supaya perkara ini diselesaikan lewat jalur kekeluargan dan tidak melanjutkannya ke ranah hukum. Tujuannya, supaya nama kampung di tempat kejadian itu tidak tercoreng di mata orang lain.

"Kasus seperti ini pasti menimpa orang terdekat atau minimal orang yang ada di dekat korban, misalnya tetangga. Faktornya bisa karena merasa sudah mengenal, dipastikan hampir tidak ada perlawanan dari korbannya," ucapnya.

"Kadang-kadang kan begini, orang terdekat itu gampang diajaknya. Misalkan diajak yuk kesini dulu, dan dia (korban) percaya saja karena memang sudah mengenal. Ini kebanyakan kasusnya kayak gitu yang saya tangani," tambahnya.

Terlebih, banyak orang tua korban yang masih belum memahami alur penanganan dari kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak atau wanita. 

Belum lagi, mereka selalu ragu datang ke kantor polisi karena khawatir dipungut biaya saat melaporkan kejadian itu.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler