Puluhan Karyawan PT AEP Guruduk Kantor Wali Kota Minta Dipekerjakan Kembali

Rabu, 2 Juni 2021 18:23 WIB

Share
Puluhan karyawan PT Angsa Emas Cilegon Perdana saat unjuk rasa di kantor Wali Kota Cilegon. (foto: haryono)

CILEGON, POSKOTA.CO.ID-- Puluhan karyawan PT Angsa Emas Perdana (AEP) yang tergabung dalam Serikat Pekerjaan Serikat Buruh Pimpinan Unit Kerja (PUK) Angsa Emas Perdana gerudug kantor Wali Kota Cilegon Helldy Agustian.

Mereka berunjuk rasa menuntut bertemu dengan Wali Kota Cilegon Helldy Agustian untuk memperjuangkan agar dipekerjakan kembali di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon.

Buruh menilai PHK terhadap 32 karyawan PT AEP selaku vendor RSKM Cilegon dilakukan sepihak.

"Kami mendesak Wali Kota Cilegon agar memperjuangkan 32 karyawan PT AEP yang merupakan vendor RSKM Cilegon yang di PHK secara sepihak," ungkap Ketua Serikat Buruh Kota Cilegon Rudy Syahrudin disela-sela aksi, Rabu (2/6/2021).

Rudy mengatakan kasus PHK sepihak kepada 32 karyawan PT AEP ini bermula ketika perusahaan yang dipercaya membidangi bagian dapur RSKM Cilegon tersebut tak lagi bekerjasama dengan rumah sakit anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS) tersebut.

"Artinya walaupun PT AEP sudah tidak lagi kerjasama dengan RSKM, pekerjanya kan tidak boleh di PHK, artinya harus dilanjut, terserah itu vendornya siapa saja. Teman-teman ini kan bekerja disitu bukan waktu yang sebentar, mereka bahkan ada yang sudah 10 tahun, dan masyarakat setempat. Ini harus menjadi perhatian RSKM Cilegon," ujarnya.

Dia menuturkan bahwa alasan RSKM memutus kontrak PT AEP tidak diperpanjang kontraknya, karena saat ini bagian dapur tidak beroperasi lagi.

"Tapi RSKM melakukan sajian makanan pasien melalui catering, ini kan tidak benar. Ini kan rumah sakit, jadi gizinya harus terjamin. Kalau catering apakah terjamin, kan tidak. Kalau mereka ini kan sudah terpercaya karena kerjanya juga sudah lama. RSKM kan rumah sakit besar, masa tidak menjamin kualitas gizinya," ucapnya.

Sebab itu, kata dia, pihaknya meminta karyawan yang di PHK sepihak ini agar dipekerjakan kembali.

"Tidak boleh mempekerjakan karyawan baru kalaupun memang RSKM punya vendor baru, aturan juga sudah jelas. Mereka ini yang di PHK harus prioritas direkrut kembali," tegasnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler